Salsa yang Pandai
Tidak seperti biasanya, suasana di sekolah tampak begitu riuh. Banyak
murid sibuk menyalin pr yang belum selesai tetapi beda halnya dengan Risa,
Salsa dan Nina yang justru duduk di kantin sekolah sembari sarapan. Setiap pagi
memang tampak seperti pagi yang super sibuk tapi tidak bagi mereka.
“Gimana Ris, presentasinya udah siap belum ?” tanya Salsa.
“Yajelas sudah dong, kamu kayak ndak tau aku aja,” jawab Risa.
Mereka tampak santai menghabiskan sarapan. Wajar saja, mereka
memang termasuk murid yang pandai di sekolahnya. Tak jarang mereka mendapat
pujian dari para guru. Dikelas pun mereka terlihat santai mengikuti pelajaran.
“Sepi banget sih hari ini,” ujar Risa.
“Ya, benar juga kamu cuma tinggal mereka yang sibuk mengerjakan pr
yang belum selesai,” sahut Salsa.
“Itulah untungnya mengerjakan tugas saat liburan, jadi tidak ada
beban lagi,” kata Nina menasihati.
“Tumben ngomong bijak, kayak motivator aja,” ucap Risa bercanda.
“Iya tuh, emang kamu ingin jadi Mario Teguh,” tambah Salsa.
Sesekali mereka duduk berdekatan sambil bergurau saat mendengarkan
pelajaran. Tak heran mereka pun sering di tegur oleh guru karena bergurau
terlalu keras.
“Salsa !!” tegur Pak Guru.
“Ehh..eh iya, Pak,” jawab Salsa gelagapan.
“Kamu itu, Bapak perhatikan tertawa saja dari tadi !” kata Pak
Guru.
Gadis itu tertawa ngakak. Suaranya khas. Suara itu yang kadang
membuat teman-teman dan gurunya senewen. “Ah, dulu ibumu ngidam burung
kutilang, ya,“ tanya gurunya.
“Wow, enak saja Bapak bilang, nggak Pak. Yang bener burung kuntul,
“ timpal Salsa sambil meringkikkan tertawa khasnya.
“Sekarang coba kamu kerjakan soal di papan tulis,” perintah Pak
Guru.
“Siap Pak,” jawab Salsa.
Dengan sigap Salsa maju ke depan mengerjakan soal yang ada di papan
tulis.
“Salah tuh Sal, gimana sih kamu itu,” teriak Nina dari bangkunya.
“Masa sih, Nin ? Yang mana ?“ tanya Salsa dari depan kelas.
“Ngeyel kamu, coba deh lihat baris ketiga kan hasilnya jadi selisih
nol koma sekian,” papar Nina.
Meski sempat mendapatkan koreksi dari temannya, namun Salsa dapat
menyelesaikan soal tersebut. Ia pun kembali ke bangkunya dengan tepuk tangan
meriah dari teman sekalasnya.


