Kamis, 05 Januari 2017

Ujian Praktik Cerpen

                                                       Salsa yang Pandai
Tidak seperti biasanya, suasana di sekolah tampak begitu riuh. Banyak murid sibuk menyalin pr yang belum selesai tetapi beda halnya dengan Risa, Salsa dan Nina yang justru duduk di kantin sekolah sembari sarapan. Setiap pagi memang tampak seperti pagi yang super sibuk tapi tidak bagi mereka.
“Gimana Ris, presentasinya udah siap belum ?” tanya Salsa.
“Yajelas sudah dong, kamu kayak ndak tau aku aja,” jawab Risa.
Mereka tampak santai menghabiskan sarapan. Wajar saja, mereka memang termasuk murid yang pandai di sekolahnya. Tak jarang mereka mendapat pujian dari para guru. Dikelas pun mereka terlihat santai mengikuti pelajaran.
“Sepi banget sih hari ini,” ujar Risa.
“Ya, benar juga kamu cuma tinggal mereka yang sibuk mengerjakan pr yang belum selesai,” sahut Salsa.
“Itulah untungnya mengerjakan tugas saat liburan, jadi tidak ada beban lagi,” kata Nina menasihati.
“Tumben ngomong bijak, kayak motivator aja,” ucap Risa bercanda.
“Iya tuh, emang kamu ingin jadi Mario Teguh,” tambah Salsa.
Sesekali mereka duduk berdekatan sambil bergurau saat mendengarkan pelajaran. Tak heran mereka pun sering di tegur oleh guru karena bergurau terlalu keras.
“Salsa !!” tegur Pak Guru.
“Ehh..eh iya, Pak,” jawab Salsa gelagapan.
“Kamu itu, Bapak perhatikan tertawa saja dari tadi !” kata Pak Guru.
Gadis itu tertawa ngakak. Suaranya khas. Suara itu yang kadang membuat teman-teman dan gurunya senewen. “Ah, dulu ibumu ngidam burung kutilang, ya,“ tanya gurunya.
“Wow, enak saja Bapak bilang, nggak Pak. Yang bener burung kuntul, “ timpal Salsa sambil meringkikkan tertawa khasnya.
“Sekarang coba kamu kerjakan soal di papan tulis,” perintah Pak Guru.
“Siap Pak,” jawab Salsa.
Dengan sigap Salsa maju ke depan mengerjakan soal yang ada di papan tulis.
“Salah tuh Sal, gimana sih kamu itu,” teriak Nina dari bangkunya.
“Masa sih, Nin ? Yang mana ?“ tanya Salsa dari depan kelas.
“Ngeyel kamu, coba deh lihat baris ketiga kan hasilnya jadi selisih nol koma sekian,” papar Nina.
Meski sempat mendapatkan koreksi dari temannya, namun Salsa dapat menyelesaikan soal tersebut. Ia pun kembali ke bangkunya dengan tepuk tangan meriah dari teman sekalasnya.